Sumbang, 16 Juli 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nasional Tematik Kebencanaan Kelompok 18 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) I sebagai langkah awal penyusunan Dokumen Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Sumbang dan dihadiri oleh Pemerintah Desa Sumbang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, perangkat desa, tokoh masyarakat, ketua RT/RW, serta perwakilan lembaga kemasyarakatan desa.
FGD I merupakan salah satu program utama KKN Tematik Kebencanaan yang bertujuan membangun pemahaman bersama mengenai kondisi kebencanaan di Desa Sumbang sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan dokumen DESTANA. Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan diberikan ruang untuk menyampaikan informasi, pengalaman, dan pandangan terkait potensi bencana serta upaya pengurangan risiko bencana yang telah maupun perlu dilakukan di desa.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Pemerintah Desa Sumbang dan perwakilan mahasiswa KKN Nasional Tematik Kebencanaan Kelompok 18 Unsoed. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa penyusunan Dokumen DESTANA diharapkan mampu menjadi pedoman bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan, kapasitas, serta koordinasi penanggulangan bencana secara berkelanjutan.
Selanjutnya, mahasiswa KKN memaparkan tujuan pelaksanaan FGD, tahapan penyusunan Dokumen DESTANA, serta pentingnya partisipasi aktif seluruh unsur masyarakat dalam proses identifikasi risiko bencana. Pemaparan tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu secara interaktif sehingga seluruh peserta dapat memberikan masukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Dalam sesi diskusi, peserta bersama-sama mengidentifikasi berbagai potensi ancaman bencana yang berpeluang terjadi di Desa Sumbang, seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, serta bencana lain yang dipengaruhi oleh kondisi geografis dan lingkungan desa. Selain itu, peserta juga membahas tingkat kerentanan masyarakat yang meliputi kelompok rentan, kondisi permukiman, infrastruktur, serta aspek sosial dan ekonomi yang dapat meningkatkan dampak apabila terjadi bencana.
Tidak hanya mengidentifikasi ancaman dan kerentanan, forum juga membahas kapasitas yang telah dimiliki Desa Sumbang dalam menghadapi bencana, seperti ketersediaan sumber daya manusia, kelembagaan desa, sarana dan prasarana pendukung, serta bentuk gotong royong masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, peserta kemudian menentukan risiko bencana yang menjadi prioritas sebagai dasar penyusunan program mitigasi dan pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
Perwakilan BPBD Kabupaten Banyumas turut memberikan arahan dan masukan teknis mengenai konsep Desa Tangguh Bencana, metode penilaian risiko, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif. Sementara itu, perangkat desa dan tokoh masyarakat menyampaikan berbagai informasi mengenai riwayat kejadian bencana, wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, serta kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Seluruh hasil diskusi, saran, dan masukan yang diperoleh selama FGD I didokumentasikan oleh mahasiswa KKN sebagai bahan penyusunan Dokumen DESTANA. Dokumen tersebut selanjutnya akan dikembangkan dan disempurnakan melalui tahapan kegiatan berikutnya, termasuk pelaksanaan FGD II, sehingga menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif dan sesuai dengan kondisi Desa Sumbang.
Melalui pelaksanaan FGD I ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah desa, masyarakat, BPBD Kabupaten Banyumas, dan mahasiswa KKN Nasional Tematik Kebencanaan Kelompok 18 Unsoed dalam mewujudkan Desa Sumbang sebagai desa yang tangguh, siap siaga, dan mampu mengurangi risiko bencana melalui perencanaan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Susunan Acara & Rundown
Sesi 1
Kelompok 18 Universitas Jenderal Soedirman