Sumbang (18/07/2026), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nasional Tematik Kebencanaan Kelompok 18 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pengelolaan lingkungan kepada anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sumbang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang lingkungan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat, dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan tangguh terhadap bencana melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Sumbang tersebut dihadiri oleh anggota PKK, perangkat desa, serta mahasiswa KKN Nasional Tematik Kebencanaan Kelompok 18. Sosialisasi diawali dengan pemaparan mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang melibatkan peran aktif masyarakat sebagai langkah preventif dalam mengurangi berbagai permasalahan lingkungan, seperti penumpukan sampah, genangan air, hingga risiko bencana yang dipengaruhi oleh buruknya pengelolaan lingkungan.
Pada sesi pertama, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pembuatan biopori sebagai salah satu teknologi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga. Peserta diberikan penjelasan mengenai fungsi biopori sebagai lubang resapan air yang mampu meningkatkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah, mengurangi genangan, sekaligus menjadi media pengolahan sampah organik menjadi kompos. Selain manfaatnya bagi konservasi air, peserta juga diperkenalkan mengenai jenis sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan isian biopori, cara pembuatannya, serta langkah-langkah perawatan agar biopori dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.
Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu inovasi dalam pengelolaan sampah organik. Mahasiswa menjelaskan bahwa maggot mampu mengurai limbah organik dengan cepat sehingga dapat mengurangi volume dan bau sampah rumah tangga. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, hasil budidaya maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan yang kaya protein, sedangkan sisa penguraiannya dapat digunakan sebagai pupuk organik. Potensi ekonomi dari budidaya maggot juga menjadi perhatian dalam sosialisasi ini karena dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Selain penyampaian materi, mahasiswa KKN juga memaparkan gambaran mengenai rencana pelaksanaan program kerja di bidang lingkungan yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Sumbang. Program tersebut meliputi pembuatan biopori, pembangunan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pendampingan pengelolaan sampah organik, serta pengenalan budidaya maggot sebagai upaya mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program-program tersebut diharapkan dapat dilaksanakan bersama masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Anggota PKK menunjukkan antusiasme dengan menyampaikan berbagai pertanyaan, berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, serta memberikan masukan terkait potensi penerapan biopori, TOGA, dan budidaya maggot di lingkungan masing-masing. Berbagai saran yang disampaikan peserta menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa KKN dalam menyempurnakan pelaksanaan program kerja agar lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Sumbang.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbangun kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat melalui anggota PKK, dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan mahasiswa KKN diharapkan mampu mendukung terwujudnya Desa Sumbang yang lebih bersih, sehat, produktif, serta memiliki ketahanan lingkungan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai potensi bencana.